TIBBY NABAWIYAH: Juni 2012

Kamis, 14 Juni 2012

Jadi pengistilahan rahmat dalam ayat diatas adalah karena mesranya hubungan pancaran Nur tersebut didalam alam beserta komponennya, seperti manusia, binatang dan tumbuh-tumbuhan, khususnya tentang penghidupan dan pertumbuhannya. Misalnya pada tumbuh-tumbuhan, bahwa perkembangan dan pertumbuhan yang ada pada tumbuh-tumbuhan itu adalah bukan dikarena sesuatu yang bersifat alam, akan tetapi bersumber dari pancaran Nur Muhammad melalui Nurullah yang bersifat menghidupi, begitu pula dengan manusia dan bintang.





Mari kita pahami skema pemahaman di bawah ini :






Dengan penghidupan yang bersumber dari zat Allah, melalui Nurullah dan Nur Muhammad tersebut, maka seluruh alam ini, khususnya tumbuh-tumbuhan mengalami perkembangan dan pertumbuhan, bahkan memiliki potensi yang bersifat membantu bagi kehidupan manusia. Jika manusia dapat memahami hakikat kehidupan ini, maka manusia akan lebih mudah memamfaatkan alam ini, menjadi sesuatu yang berharga dan berguna bahkan bermamfaat untuk kesuksesan hidup didunia maupun diakhirat, khususnya mamfaat yang berkaitan dengan kesehatan jasmani.

Karena menjaga kesehatan diri itu merupakan rentetan dari sekian banyak kewajiban untuk menjaga dan memelihara diri, sebagaimana dijelaskan Allah didalam Al qur’an :

يَأَيُّهَاالَّـذِيْنَ اَمَنُـوْا قُوْا اَنْفُـسَكُمْ وَاَهْلِيْـكُمْ نَارًا

Yaa Aiyuhal Ladziina Amanuu Quu Amfusakum Wa Ahlikum Naaroo

Artinya : Hai orang-orang yang beriman jagalah diri dan keluargamu dari siksaan api neraka





PENDAHULUAN


Sejarah Nur Muhammad Dan Tumbuh-tumbuhan.

Berbicara tentang masalah Nur Muhammad, sebenarnya hal itu merupakan suatu pemahaman keyakinan, dimana ada sebagian golongan, berkeyakinan bahwa mereka percaya dan yakin terhadap adanya Nur Muhammad dengan segala rahasia yang terkandung didalamnya. Sementara ada golongan lain berkeyakinan dan berpendapat bahwa sebenarnya Nur Muhammad, itu tidak ada, yang ada adalah Nur Allah.

Nur Muhammad adalah termasuk Nur Zat dalam arti qodim, Ia ada pada seluruh yang diadakan ( Alam ). Muhammad jika dipahami mempunyai dua bentuk, 1) bentuk yang baharu (zahir), 2) bentuk yang qodim, (kekal). Muhammad ketika diartikan sebagai bentuk yang zahir, ia berwujud sebagai Muhammad Rasulullah. Namun jika diartikan sebagai bentuk yang qodim, maka itulah dia Nur Zat Allah, yang terdapat didalam seluruh alam termasuklah tumbuh-tumbuhan.

Dalam Al qur’an Allah berpirman :

وَمَا اَرْسَلْنَـاكَ اِلاَّ رَحْمَةً لِلْعَـالَـمِيْنَ

Wamaa Arsalnaaka Illa Rohmatal Lil’alaamiin

Artinya :

Tidak kami utus Engkau ( Hai Muhammad ) kecuali menjadi rahmat bagi sekalian alam.

Berdasarkan ayat ini akan lebih jelaslah bahwa pengutusan Muhammad sebagai rahmat dialam ini adalah karena, disamping Muhammad sebagai seorang Rasul Allah, yang banyak memberi petunjuk bagi umat manusia, juga karena Muhammad dalam arti qodim, yaitu Nur Muhammad. Pendek kata Rahmat, kalau dipahami secara tekstual adalah seluruh petunjuk Nabi yang mengarah kepada kebaikan hidup bagi umat manusia.

Tetapi Rahmat, jika dipahami dengan makna esensialnya bahwa yang dimaksud disini adalah sifat penghidupan yang bersumber pancaran Nur Muhammad, dan Nur Muhammad itu mendapat penghidupan dari Nur Zat Allah (Nurullah), sehingga alam akan tetap hidup dengan kodratnya, karena dihidupi oleh Nur, karena memang penciptaan alam bersumber dari pancaran Nur dari suatu ruh (ruh Muhammad), sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadist Qudsi sebagai berikut :

خَلَـقَ رُوْحَ النَّـبِيِّ صَلَّـىاللهُ عَلَـيْهِ وَسَـلَّـمَ مِنْ ذَاتِـهِ وَخلــَقَ اْلعـَالَمَ مِـنْ رُوْحِ مُحَـمَّدٍ

Kholaqo Ruhan Nabiyi Shollahu ‘Alaihi Wa Sallama Min Dzaatihi Wa Kholaqol ‘Aalm Min Ruuhi Muhammadin.

Artinya : Allah menciptakan Roh Nabi Muhammad Saw.dari zat-Nya dan menciptakan ‘Alam ini dari Roh Muhammad.

Roh Muhammad yang dimaksud disini adalah dalam bentuk Nur, dengan Nurnya itulah Allah, melalui sifat Irodah-Nya, berkehendak menjadikan seluruh alam ini beserta isinya.

Dan yang termasuk dalam kategori alam disini adalah tumbuh-tumbuhan, termasuk pula tumbuhan rumput (gulma). Dengan demikian, ternyata didalam tumbuh-tumbuhan itu hiduplah pancaran Nur Muhammad yang qodim itu, dan dengan perantaraan  Nur Muhammad itu, hidup pula Nurullah (Nur Zat Allah), yang maha penyembuh.

Mari kita perhatikan skemah pemahaman di bawah ini :

PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah yang maha kuasa, yang telah menciptakan alam ini melalui rahasia Nur hamba-Nya, Muhammad, dan selalu melimpahkan karunia-Nya kepada seluruh hamba-hamba-Nya. Selawat beriring salam juga kita haturkan keharibaan junjungan alam baginda Nabi besar Muhamad Saw, yang banyak memberikan petunjuk kepada para umatnya didalam kehidupan ini, baik petunjuk itu berkaitan dengan masalah-masalah rahasia penciptaan alam maupun masalah yang berkaitan dengan pemberdayaan alam.

Berkaitan dengan masalah yang menyangkut  penciptaan alam, sebenarnya Allah dan Rasul-Nya, banyak memberitahukan kepada kita, baik melalui Al qur’an maupun hadist Rasulullah, bahwa rahasia  penciptaan alam ini, bersumber dari sebuah pancaran Nur (cahaya), yang dikenal dengan Nur Muhammad. Dari Nur Muhammad itu pula terciptalah alam ini, berikut segala isinya, terutama tumbuh-tumbuhan. Penciptaan tumbuh-tumbuhan ini, khususnya tumbuhan rumput, terkadang terkesan ada yang bersifat mengganggu bagi manusia, terutama bagi petani. Tetapi dengan sifatnya yang mengganggu itu, tumbuhan rumput   juga masih memiliki khasiat yang sangat potensial bagi manusia. Walau terkadang manusia, belum banyak yang mengetahuinya.

Memang disatu sisi, tumbuhan rumput bisa saja dianggap mengganggu bagi kehidupan manusia, tetapi disisi lain tumbuhan rumput justru dapat membatu manusia, khususnya dibidang kesehatan, jika manusia mampu membuka tabir dan rahasia pancara Nur Muhammad yang terdapat pada tumbuhan rumput itu.  Namun dengan ketidak mampuan manusia memamfaatkan tumbuhan rumput itu sebagai suatu hal yang sangat berguna, maka manusia memandang tumbuhan rumput sebagai tumbuhan pengganggu, yang tidak berguna sama sekali.

Penciptaan alam ini sebenarnya tidaklah sia-sia, pasti mempunyai hikmah dan kegunaannya masing-masing dan yang pasti menjadi rahmat bagi sekalian alam, Apalagi jika manusia mampu memamfaatkan tumbuhan rumput itu sebagai obat untuk kesehatan manusia, pasti manusia akan berusaha untuk mencari jalan bagaimana memamfaatkan tumbuhan itu agar bisa dijadikan sebagi obat, yang bersifat tradisional, karena ikhtiar untuk menjaga kesehatan adalah merupakan suatu kewajiban. Saat ini banyak diantara manusia yang menganggap bahwa menjaga kesehatan itu adalah kewajiban seorang dokter, sehingga mereka malas berikhtiar untuk memamfaatkan alam sebagai modal kesuksesan dan kesembuhan. Anggapan seperti itu sebenarnya salah, karena menjaga kesehatan adalah kewajiban kita sendiri.

Nah, untuk upaya dan usaha menjaga kesehatan tersebut, manusia dapat memamfaatkan alam ini, khususnyan tumbuhan rumput, sebagai obat, dengan tata cara yang akan kami jelaskan pada bab selanjutnya, setelah banyak diantara manusia yang merasa kecewa berobat dengan sistem pengobatan modren. Tumbuhan rumput, disamping sebagai tumbuhan yang berkhasiat obat, penggunaannyapun memiliki kelebihan, diantaranya mudah diperoleh dan tidak banyak menimbulkan efek samping bagi kesehatan, tetapi keyakinanlah sebagai modal utamanya.